Sindo Berita - Ternyata gaji ribuan tenaga honorer pemprov tidak masuk dalam anggaran di RAPBD 2017.
Gaji para tenaga honorer di lingkup Pemprov Bengkulu yang berjumlah 2.030 orang, tidak dialokasikan lagi pada RAPBD 2017 mendatang. Ini dilakukan karena tenaga honorer yang ada di setiap satuan kerja perangkat daerah (SKPD) akan dipangkas.

"Gaji ribuan honorer jajaran Pemprov Bengkulu, tidak kita anggarkan lagi pada RAPBD 2017, karena mereka akan dipangkas guna mengurangi beban keuangan pemprov," kata Asisten III Pemprov Bengkulu, Ediyarsyah, di Bengkulu, Rabu (28/9).
Ia mengatakan, saat ini jumlah tenaga honorer yang ada lingkup Pemprov Bengkulu tercatat sebanyak 2.030 orang. Sebagian dari jumlah itu, berada di lingkungan Sekretariat Daerah (Sekda) pemprov setempat, dan sisanya di sejumlah SKPD.
Tenaga honorer tersebut, terlalu banyak dan tidak sebanding dengan beban kerja yang ada di setiap SKPD, termasuk di lingkungan Sekda, sehingga perlu dilakukan pemangkasan guna mengurangi beban keuangan daerah ke depan.
Namun, Edy belum dapat memastikan jumlah tenaga honorer yang akan dipangkas di setiap SKPD. "Yang jelas, gaji mereka tidak kita anggarkan lagi di RAPBD 2017 mendatang," ujarnya.
Bagi tenaga honorer yang akan diperpanjang kontraknya harus melalui seleksi ulang, dan jumlahnya disesuaikan dengan kebutuhan di masing-masing SKPD.
Hal ini dilakukan agar tenaga honorer yang ada di setiap SKPD benar-benar dapat diberdayakan sesuai dengan disiplin ilmu yang dimilikinya.
Selama ini, kata Edy gaji yang diterima tenaga honorer di lingkup Pemprov Bengkulu bervariasi antara Rp 1,2 juta hingga Rp 1,4 juta/bulan. Bahkan, ada di antara mereka hanya digaji sebesar Rp 1 juta/bulan.
Sebelumnya, Plt Sekda Provinsi Bengkulu, Sudoto mengatakan, pihaknya akan melakukan evaluasi tenaga honor yang ada di setiap SKPD. Bagi honorer yang tidak aktif masuk kantor akan diberhentikan.
"Sekarang kita masih mengevaluasi kinerja tenaga honorer di setiap SKPD, termasuk di lingkup kantor Gubernur Bengkulu. Bagi honorer yang kinerjanya selama ini buruk tidak akan kita perpanjang lagi kontraknya," ujarnya.
Hal ini dilakukan terkait dengan pengurangan jumlah tenaga honorer di jajaran Pemprov Bengkulu, karena honorer yang ada sekarang ini terlalu gemuk mencapai 2.000 orang lebih. Sedangkan beban kerja sedikit.
"Jadi, jika tenaga honorer tidak dikurangi maka dana APBD Pemprov Bengkulu, habis terkuras hanya untuk membayar gaji PNS dan tenaga honorer saja, sehingga dana pembangunan sedikit sekali," ujarnya.
Padahal, Provinsi Bengkulu saat ini membutuhkan dana pembangunan yang besar untuk membangun infrastruktur jalan dan jembatan guna melepaskan sebagai daerah paling tertinggal di wilayah Sumatera.
Karena itu, jika tenaga honorer tersebut dapat dikurang secara signifikan dari yang ada sekarang, maka anggaran gaji tenaga honorer tersebut digunakan untuk pembangunan infrastruktur di daerah ini, katanya.
Dilansir dari situs http://www.beritasatu.com Demikian Sindo Berita mengabarkan.