SINDO BERITA - Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Gresik punya pemimpin baru. Kepala SMK PGRI 1 Arief Susanto Rabu (16/11) dipilih menjadi nakhoda baru. Dia menggantikan Moeljono yang telah menjabat dua periode.
”Ini amanah yang harus saya emban dengan baik,” kata Arief setelah pemilihan di aula Graha Petro. Dia menjabat hingga 2021. Arief menyebutkan salah satu agenda perjuangannya. Yakni, memperjuangkan kesejahteraan guru-guru honorer di Gresik.

Jumlahnya kurang lebih 2.000 orang. Mereka rata-rata sudah mengabdi lebih dari enam tahun. ’’Ada yang digaji Rp 165 ribu hingga Rp 300 ribu per bulan,” paparnya. ”Dengan gaji segitu, mustahil bisa sejahtera,” ujarnya.
Bupati Sambari Halim Radianto yang hadir dalam konferensi tersebut langsung menanggapi. Dia merasa prihatin dengan nasib guru honorer. Sambari menyatakan, kekuatan APBD Gresik sudah mencapai Rp 3 triliun.
Karena itu, penambahan pegawai sebenarnya bisa dilakukan sehingga tidak lagi honorer. ”Tetapi, kuota pengangkatan PNS kan bergantung pemerintah pusat,” jelasnya.
Selama ini, lanjut Sambari, pemkab sudah memberikan bantuan insentif kepada guru non-PNS yang berstatus kategori dua (K-2). Tahun ini mereka diberi tambahan insentif Rp 1,5 juta per bulan per orang.
Jumlah guru yang berstatus K-2 mencapai 307 orang. ’’Ini bentuk perhatian nyata pemerintah kepada guru honorer,” ujar Sambari. [
jawapos]