SINDO BERITA - Pemerintah Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) diminta meningkatkan perhatian kepada guru.
Hal ini disampaikan Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Provinsi Lampung I Wayan Satria Jaya saat membuka musyawarah PGRI Tubaba di aula SMKN 1 Tulangbawang Tengah, Kamis (15/12/2016).

"Perhatikan nasib gurulah karena pendidikan adalah investasi masa depan. Kalau guru tidak diperhatikan bagaimana mereka mengajar dengan baik," ujar Wayan.
Menurutnya, caranya dengan memperhatikan hak-hak guru, di antaranya gaji, sertifikasi dibayarkan tepat waktu, serta fasilitas sekolah. "Dengan begitu maka kondisi pendidikan di kabupaten ini akan lebih baik," kata dia.
Ia menerangkan di Tubaba maupun kabupaten lain di Lampung masih kekurangan tenaga pendidik. Namun, belum perlu pemerintah daerah untuk melakukan pengangkatan guru honorer dan lebih memaksimalkan guru yang ada. "Program honor daerah belum saatnya dilakukan, meskipun setiap daerah mengalami kekurangan guru," ujarnya.
Staf ahli Bidang Pembangunan Pemkab Tubaba Muktihudin mengapresiasi guru yang telah mengabdikan diri di Tubaba. Guru yang tergabung di PGRI diyakini memiliki potensi besar untuk disumbangkan demi kemajuan kabupaten Tubaba.
Ketua PGRI Tubaba, Titis Sungkowo mengatakan selama ini roda organisasi guru tertua di Indonesia berjalan dengan dukungan dana yang sangat minim. "Organisasi ini dihidupkan murni dari sokongan kurang lebih 1.800 orang guru yang setiap bulannya iuran rutin suka rela. Kurang lebih terkumpul Rp13 jutaan per tahun," kata Titis. [
liputanguru]